23.9 C
Jakarta
Friday, January 27, 2023

Wanita Bersenjata Api Terobos Istana, DPR : Ini Ada Kejanggalan

Anggota Komisi III DPR dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Nasir Djamil menilai banyak kejanggalan dalam penangkapan wanita bersenjata api (senpi) di Istana Negara pada Selasa (25/10/2022) pagi.

Nasir mengatakan, banyak yang bisa dipertanyakan. Apalagi, lanjutnya, perempuan tersebut hanya beraksi seorang diri dan senjata yang dibawanya sudah terkontaminasi sidik jari polisi.

“Banyak kejanggalan peristiwa itu. Dia sendiri, lalu barang bukti langsung dipegang polisi. Kalau mau disidik senjata itu enggak bisa karena campur-campur tangan yang pegang,” ujar Nasir saat dihubungi, Selasa (25/10/2022).

Dia mengaku bingung, sebab tanpa ada kejadian terdahulu, ada perempuan yang ingin menerobos Istana dengan membawa senjata. Oleh sebab itu, dia ingin pihak aparat keamanan mengorek keterangan perempuan tersebut sedalam-dalamnya.

“Apa motifnya, dari mana dia peroleh senjata, itu panjang ceritanya kalau memang mau ditelusuri. Siapa dia, kenapa dia bawa senjata, selama ini senjata digunakan untuk apa, begitu,” jelasnya.

Nasir pun juga mengaku kecewa karena pelaku mengenakan pakaian muslim. Akibatnya, umat Islam menjadi terpojok atas kejadian tersebut. Meski begitu, dia juga mengapresiasi aparat keamanan. Akibat tindakan cepat mereka, ujar Nasir, kejadian yang tak diinginkan dapat dicegah.

“Satu sisi kita terima kasih ke aparat yang sudah mencegah dan kemudian menemukan senjata dalam tas ransel yang dibawa perempuan tersebut, sehingga tidak ada penembakan,” ucapnya.

Sebelumnya, Komandan Paspampres Marsda TNI Wahju Hidajat Soedjatmiko menjelaskan peristiwa itu bukan upaya penerobosan ke Istana Kepresidenan, tetapi bermula dari kewaspadaan seorang anggota Paspampres yang melihat seorang perempuan dengan tingkah laku mencurigakan.

Apalagi, perempuan tersebut berdiri di dekat pos utama Paspampres di depan Istana Merdeka, berada dekat lampu lalu lintas.

“Jadi perempuan tersebut tidak menerobos Istana. Namun, justru berawal dari kewaspadaan anggota kami [Paspampres] yang langsung menghampiri perempuan tersebut dan perempuan tersebut langsung mengacungkan senjata ke arah anggota [Paspampres],” ujar Wahju, dikutip melalui pesan tertulis Sekretariat Presiden, Senin (25/10/2022).

Melihat kondisi seperti itu, anggota Paspampres langsung mengambil senjata api yang ditodongkan dan menyerahkan perempuan tersebut kepada anggota Polisi Lalu Lintas yang sedang bertugas di depan Istana.

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest Articles