31.1 C
Jakarta
Saturday, February 4, 2023

Wali Murid Keluhkan Pungutan di SMPN 1 Bumiayu Brebes

Masalah pendidikan rupanya masih menjadi salah satu perhatian masyarakat. Berita mengenai keluhan sejumlah siswa dan wali murid di SMPN 1 Bumiayu Brebes soal pungutan sumbangan menjadi salah satu berita di detikJateng yang terpopuler selama sepekan ini.
Berapa siswa mengaku mendapat pungutan hingga Rp 2,5 juta. Menurut mereka, pihak sekolah menyebut pungutan itu untuk membayar seragam, pembelian buku, dan sumbangan pengembangan institusi (SPI).

“Kalau pas mau masuk sekolah, rata-rata bayar Rp 2,5 juta untuk beli seragam, buku dan uang pembangunan,” ungkap salah seorang siswa saat akan pulang bersama rekan-rekannya, Senin (3/10/2022).Adanya pungutan itu juga diamini oleh salah satu wali murid. Seorang wali murid yang enggan disebutkan namanya mengaku mendapat tarikan pungutan itu pada 2021 lalu. Pihak sekolah juga memberikan kuitansi atas pungutan itu.

Total yang dibayarkan mencapai Rp 2,25 juta. Peruntukkan uang itu digunakan membeli seragam dan buku Rp 1.650.000, kemudian untuk uang pembangunan Rp 600 ribu.

“Semua anak baru wajib bayar Rp 2,25 juta untuk seragam dan buku Rp 1.650.000 dan uang pembangunan (SPI) Rp 600 ribu,” ungkapnya

Dia menyebut sekolah itu sebenarnya tidak perlu untuk menarik pungutan kepada orang tua siswa. Menurut dia, fasilitas di sekolah itu sudah cukup lengkap.

Apalagi, sekolah itu juga sudah mendapat dana BOS pemerintah dan sering memperoleh anggaran aspirasi dari anggota dewan untuk pembangunan.

“Sebenarnya sekolah ini tidak perlu membebani iuran yang memberatkan orang tua. Apalagi seperti saya (sebut jenis pekerjaan dengan pendapatan tak menentu), soalnya sudah banyak bantuan yang masuk, baik dari BOS maupun dana pokir anggota dewan,” tandasnya.
Konfirmasi Pihak Sekolah

Saat dikonfirmasi, Kepala SMPN 1 Bumiayu Ina Purnama Sari mengakui adanya pungutan tersebut. Menurutnya, bantuan yang diterimanya dari pemerintah tidak cukup untuk melengkapi fasilitas di sekolah itu.

“Sekarang kebutuhan sekolah juga ada mebeler 3 lokal, tempat parkir, pembangunan mushola, honor GTT /PTT yg tidak tercover oleh bos dan toilet siswa yang masih kurang 15 unit lagi. Masih banyak kebutuhan sekolah yang belum tercover oleh bantuan pemerintah. Sehingga sekolah menyampaikan kebutuhan tersebut kepada komite dalam bentuk program,” bebernya.

Soal keluhan orang tua siswa yang merasa keberatan, Ina secara tegas mengatakan, bisa memberikan keringanan. Cukup datang dan memberitahu kepada petugas sekolah tanpa perlu membawa SKTM maupun KTP.

“Tidak perlu bawa SKTM, tidak perlu KTP dan lainnya. Cukup memberi tahu kami bahwa orang tua tidak mampu. Insyaallah langsung kami beri keringanan bahkan bisa gratis tis,” ungkap Ina.

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest Articles