27.6 C
Jakarta
Friday, January 27, 2023

Kini Acuan Susun Rencana Pendidikan Berbasis Data Adalah Rapor Pendidikan

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) meluncurkan platform Rapor Pendidikan pada April 2022 lalu. Dari Rapor Pendidikan ini dapat dilihat data hasil asesmen nasional. Data ini dapat dijadikan acuan dalam merencanakan pendidikan berbasis data.

Dalam webinar yang digelar Kemendikbudristek melalui YouTube dengan tema Mewujudkan Pendidikan Berkualitas melalui Perencanaan Berbasis Data (6/10/2022) dijelaskan oleh Anindito Aditomo selaku Kepala Badan Standar, Kurikulum dan Asesmen Pendidikan Kemendikbudristek terkait cara kerja Rapor Pendidikan. Anindito mengatakan Rapor Pendidikan berisi data hasil asesmen nasional yang bisa diakses oleh satuan pendidikan dan juga Dinas Pendidikan.

Dari platform Rapor Pendidikan inilah setiap satuan Pendidikan bahkan pemerintah daerah diarahkan untuk mulai merumuskan program dan membuat perencanaan kegiatan-kegiatan satuan pendidikannya. Setiap perencanaan program ini harus berdasarkan data dari Rapor Pendidikan masing-masing sekolah.

“Jadi sekolah satu bisa melihat hasil Rapor Pendidikannya, aspek apa yang belum terpenuhi. Nanti mereka bisa melihat dan mencari solusi melalui Rapor Pendidikan sekolah lain. Tujuannya untuk meningkatkan kualitas,” jelas Anindito.

Dalam menyusun Rencana Pendidikan Berbasis Data ini diperlukan kerangka penilaian yang terdiri dari lima dimensi yang merefleksikan 8 Standar Nasional Pendidikan (SNP).

Dikutip dari Disdik Depok, 5 dimensi Standar Nasional Pendidikan dengan rincian Dimensi A; Mutu dan relevansi hasil belajar murid. Dimensi B meliputi; Pemerataan Pendidikan yang bermutu. Dimensi C meliputi; Kompetensi dan Kinerja GTK. Dimensi D meliputi; Mutu dan Relevansi Pembelajaran. Dimensi E meliputi; Pengelolaan sekolah yang partisipatif, transparan, dan akuntabel. Yang masing-masing dimensi ini terdiri dari beberapa indikator yang menyertainya.

Fathur Rozi selaku Dinas Pendidikan Kabupaten Probolinggo mengaku senang dengan adanya Rapor Pendidikan.

“Dinas pendidikan daerah sangat senang dengan adanya Rapor Pendidikan, sangat membantu. Rapor Pendidikan merupakan potret yang cukup komprehensif, bukan hanya mengukur kemampuan akademik, kognitif tapi juga survey karakter, lingkungan belajar. Ini jadi satu modal perencanaan berbasis data,” ujar Fathur Rozi.

Rapor Pendidikan berisi data dari hasil Asesmen Nasional berupa capaian numerasi dan literasi siswa, survei karakter, serta survey lingkungan belajar. Data disajikan dengan grafik dan bisa diakses oleh satuan pendidikan, Pemerintah Daerah, maupun publik.

Pada September 2022, Kemendikbudristek menambahkan fitur baru bernama Otomasi Perencanaan Berbasis Data (PBD). Dari data yang ada, sistem akan memproses rekomendasi kebijakan yang bisa digunakan oleh satuan pendidikan.

Anindito menegaskan, Rapor Pendidikan ini bukanlah alat yang sempurna. Masih perlu adanya perbaikan secara terus menerus. Oleh karenanya dibutuhkan peran aktif dari dinas pendidikan dan juga satuan pendidikan agar platform ini semakin optimal.

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest Articles