27.8 C
Jakarta
Tuesday, February 7, 2023

Atalia Kembali Raih Prestasi di Bidang Pendidikan, Apa Itu?

Atalia Praratya Kamil alias Bu Cinta baru saja mendapat penghargaan dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek). Bunda PAUD Provinsi Jawa Barat itu memperoleh penghargaan Wiyata Dharma Madya pada kategori Bunda PAUD tingkat provinsi.
Direktur PAUD Kemendikbudristek, Komalasari, secara langsung menyerahkan penghargaan ini kepada Atalia dalam Rakorprov Pokja Bunda PAUD 2022 dan penyerahan penghargaan apresiasi Bunda PAUD tingkat nasional 2021 di aula barat Gedung Sate, Bandung, Selasa kemarin (11/10/2022).

“Alhamdulillah, ada penghargaan apresiasi Bunda PAUD, ini menunjukan perhatian khusus dari pemerintah pusat,” ungkap Atalia, dikutip dari situs resmi Pemda Provinsi Jawa Barat pada Rabu (12/10/2022).

Bu Cinta menyampaikan, dengan adanya Rakorprov Pokja PAUD ini diharapkan sebanyak 27 kelompok kerja PAUD se-kabupaten/kota di Jawa Barat dapat bergerak bersama dalam rangka meningkatkan aset dan mutu pelaksanaan PAUD di Jawa Barat.

Baru Saja Dapat CumlaudeBelum lama ini, Atalia juga menorehkan prestasi di ranah pendidikan. Dirinya baru saja lulus program doktor Ilmu Komunikasi dari Universitas Padjadjaran (Unpad) dengan yudisium Cumlaude.

Istri Gubernur Jawa Barat itu mempertahankan disertasinya yang berjudul “Pengaruh Pengembangan Program Komunikasi Instruksional Sekolah Nonformal ‘Sekoper Cinta’ Terhadap Perilaku Peserta Didik di Provinsi Jawa Barat”.

Penelitian Atalia itu fokus pada “Sekoper Cinta” yang menjadi program Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Provinsi Jabar. Program tersebut adalah kolaborasi Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) dengan harapan membawa perubahan perilaku perempuan supaya bisa mandiri, berdaya, dan berketahanan.

Dia mengatakan, program yang berlangsung sejak 2019 itu adalah sekolah nonformal perempuan pertama di Indonesia yang dilaksanakan di tingkat Pemprov dan dilaksanakan serentak di 27 kota/kabupaten di Jabar.

Menurutnya, sebagai program baru maka pemerintah mengharapkan kebermanfaatan program tersebut benar-benar bisa dirasakan dan menjadi program yang berkelanjutan.

“Karenanya menjadi penting untuk mengetahui seberapa besar pengaruh pengembangan program komunikasi instruksional sekolah nonformal ‘Sekoper Cinta’ terhadap perubahan perilaku peserta didik di provinsi Jawa Barat,” papar Atalia, dikutip dari laman Unpad.

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest Articles